Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

04/23/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/23/2026 06:37

JCBC ke-8 RI-Filipina: Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi dan Stabilitas Kawasan

Berita
JCBC ke-8 RI-Filipina: Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi dan Stabilitas Kawasan
Tanggal
23 April 2026
JCBC ke-8 RI-Filipina: Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi dan Stabilitas Kawasan

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono bersama Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro memimpin Pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Filipina di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (23/4).

1 / 3
arrow_back arrow_forward

Jakarta, 23 April 2026 - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono bersama Menteri Luar Negeri Filipina Ma. Theresa P. Lazaro memimpin Pertemuan ke-8 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) Indonesia-Filipina di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri (23/4).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Filipina sekaligus mempererat koordinasi kawasan, khususnya dalam kapasitas Filipina sebagai Ketua ASEAN tahun ini.

Pembahasan difokuskan pada kerja sama yang berdampak langsung bagi kedua negara, terutama di bidang pengelolaan perbatasan, keamanan maritim, perdagangan, investasi, energi, serta isu kekonsuleran.

Kedua Menlu juga menegaskan pentingnya kerja sama energi dan mineral strategis, termasuk melalui Indonesia-Philippines Critical Minerals Partnership dan nickel alliance untuk memperkuat rantai pasok global dan industri hilir. "Sebagai dua produsen nikel terbesar dunia, Indonesia dan Filipina perlu bekerja sama membangun rantai pasok global yang lebih kuat dan resilient," ujar Menlu Sugiono.

Kedua Menlu juga bertukar pandangan mengenai pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat sentralitas ASEAN di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Terkait perkembangan di Timur Tengah, kedua Menlu menyoroti pentingnya mencegah eskalasi lebih lanjut, mengingat dampaknya yang langsung terhadap stabilitas regional, keamanan energi global, dan kelancaran rantai pasok internasional, termasuk melalui Selat Hormuz. Pada saat yang sama, Indonesia menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan di Timur Tengah tidak akan tercapai tanpa penyelesaian yang adil bagi Palestina.

"Setiap eskalasi di Timur Tengah akan berdampak langsung pada keamanan energi dan rantai pasok global. Karena itu, de-eskalasi dan penyelesaian yang adil bagi Palestina harus terus menjadi prioritas," tegas Menlu Sugiono.

Filipina merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Asia Tenggara, dengan nilai perdagangan bilateral pada 2025 mencapai USD 12,02 miliar, sekaligus mitra penting dalam penguatan ketahanan energi, termasuk sebagai pasar ekspor batu bara terbesar Indonesia di kawasan. Melalui JCBC sebagai mekanisme utama dialog bilateral tingkat Menteri Luar Negeri, kedua negara terus memastikan tindak lanjut konkret dan arah baru bagi penguatan kemitraan strategis Indonesia-Filipina.

Sumber: Kementerian Luar Negeri RI

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on April 23, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on April 23, 2026 at 12:37 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]