03/02/2026 | Press release | Distributed by Public on 03/01/2026 21:23
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1797 |
0.25% |
|
GBPUSD |
1.3481 |
-0.31% |
|
AUDUSD |
0.7104 |
-0.25% |
|
NZDUSD |
0.5971 |
0.32% |
|
USDJPY |
156.09 |
-0.36% |
|
USDCHF |
0.7733 |
-0.80% |
|
USDCAD |
1.3680 |
-0.41% |
|
GOLDUD |
5,331.52 |
1.17% |
|
COFU |
75.00 |
-6.92% |
|
USD/IDR |
16,774 |
0.00% |
Senin, 02 Maret 2026 - Setelah dibuka menguat hingga 12% dari penutupan akhir pekan, harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi bearish di kisaran level $70 per barel menyusul keputusan OPEC+ untuk meningkatkan produksi. Meski demikian, potensi harga kembali bullish masih cukup kuat seiring dengan eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mengancam gangguan di sisi pasokan.
Menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan, delapan negara OPEC+ pada hari Minggu akan meningkatkan produksi minyak mentah sebesar 206.000 bph pada bulan April guna menstabilkan pasar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Kedelapan negara tersebut termasuk Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.
Sinyal potensi tambahan pasokan juga datang dari Perusahaan Minyak Nasional Libya, Mabruk Oil Operations, yang melanjutkan peningkatan produksi di ladang minyak al-Mabruk, dengan laju pemompaan awal diperkirakan antara 25.000 dan 30.000 bph, ungkap pernyataan National Oil Corporation (NOC), pada hari Minggu.
Sementara itu, setidaknya tiga kapal tanker dilaporkan mengalami kerusakan di lepas pantai Teluk dan satu pelaut tewas akibat pembalasan Iran atas serangan AS dan Israel terhadap Iran yang menyebabkan kapal-kapal tersebut mengalami kerusakan tambahan, kata sumber dan pejabat perkapalan pada hari Minggu. Eskalasi ketegangan antara AS dan Israel dengan Iran turut mengancam kestabilan pasokan minyak global karena berdampak pada kemananan di Selat Hormuz, yang telah memaksa sejumlah besar perusahaan kapal dan perusahaan minyak untuk menangguhkan pengiriman minyak melalui jalur yang memasok lebih dari 20 persen minyak global tersebut.
Turut meningkatkan ketegangan wilayah Timur Tengah, kelompok Hizbullah melancarkan serangan rudal dan sejumlah besar drone ke pangkalan militer Israel di selatan Haifa pada Senin pagi sebagai balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Serangan itu sekaligus menandai serangan roket pertama Hizbullah sejak November 2024.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $73 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
21:45 |
USA - S&P Global Manufacturing PMI Final |
51.2 |
52.4 |
|
|
22:00 |
USA - ISM Manufacturing PMI |
52.3 |
52.6 |