Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

04/29/2026 | Press release | Distributed by Public on 04/29/2026 20:29

Pameran Tenun Indonesia Bertema “Kembali ke Alam: The Heritage Gem” di Amsterdam

Berita
Pameran Tenun Indonesia Bertema "Kembali ke Alam: The Heritage Gem" di Amsterdam
Tanggal
29 April 2026
Pameran Tenun Indonesia Bertema "Kembali ke Alam: The Heritage Gem" di Amsterdam

"Kembali ke Alam: The Heritage Gem" menampilkan warisan tenun dan pewarnaan alami Indonesia di Belanda, dengan menyoroti keberlanjutan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

1 / 8
arrow_back arrow_forward

Den Haag, Belanda - KBRI Den Haag bekerja sama dengan Stichting Hibiscus dan Perkumpulan Warna Alami Indonesia (Warlami) menyelenggarakan pembukaan pameran tenun tekstil bertajuk "Kembali ke Alam: The Heritage Gem" di Indonesia House Amsterdam pada Jumat (24/04). Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi tenun Nusantara, terutama teknik pewarnaan menggunakan bahan alami, kepada publik di Belanda. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 30 peserta yang mewakili berbagai organisasi, institusi seni, serta diaspora Indonesia di Belanda.

Penggunaan pewarna alam untuk tekstil mendorong pelestarian keanekaragaman hayati melalui bahan-bahan alami seperti indigo, kunyit, dan secang. Budidaya tanaman tersebut membuka lapangan kerja bagi petani dan pengrajin lokal yang menghasilkan produk bernilai jual tinggi. Praktik pewarnaan tekstil berbahan alam merupakan warisan pengetahuan leluhur yang melekat pada tradisi batik, tenun ikat, dan kain adat lainnya. Dengan demikian, setiap helai kain yang diwarnai secara alami menjadi wujud nyata dalam menjaga bumi, menghidupi komunitas, serta merawat budaya.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Deputy Chief of Mission KBRI Den Haag, Mariska Dwianti Dhanutirto. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa tema "Kembali ke Alam" merefleksikan tradisi pewarnaan tekstil Nusantara yang mencerminkan harmoni antara manusia dan alam menjadi sebuah nilai penting yang harus terus dilestarikan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Warlami, Mira Widiono, menyampaikan presentasi mengenai tradisi tenun sebagai elemen pemersatu berbagai wilayah di Indonesia. Ia juga memaparkan peran aktif Warlami dalam pelestarian, revitalisasi, serta pengembangan pewarna alami yang sejalan dengan misi organisasi dalam menjaga budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Acara ini turut menghadirkan Kornelis Ndapakamang, maestro tenun ikat Sumba, yang memberikan demonstrasi serta lokakarya pewarnaan alam menggunakan akar mengkudu dan daun indigo dengan teknik khas Sumba. Selain itu, ditampilkan pula peragaan busana yang menunjukkan transformasi tenun tradisional menjadi busana modern.

Pameran tenun secara resmi dibuka melalui seremoni pemotongan pita oleh Mariska Dwianti Dhanutirto, yang kemudian dilanjutkan dengan tur pameran yang dipandu oleh Warlami. Pameran ini terbuka untuk umum hingga September 2026 di Indonesia House Amsterdam.

Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on April 29, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on April 30, 2026 at 02:29 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]