Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

05/30/2026 | Press release | Archived content

Di Jantung Diplomasi Kanada, Dubes Muhsin Promosikan Bhinneka Tunggal Ika

Berita
Di Jantung Diplomasi Kanada, Dubes Muhsin Promosikan Bhinneka Tunggal Ika
Tanggal
30 Mei 2026
Di Jantung Diplomasi Kanada, Dubes Muhsin Promosikan Bhinneka Tunggal Ika

Didapuk sebagai satu-satunya pembicara non-Kanada, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Kanada merangkap Perwakilan Tetap RI pada International Civil Aviation Organization (ICAO), Muhsin Syihab, mengangkat warisan kebudayaan Nusantara sebagai kekuatan diplomasi Indonesia di tatanan global. Hal itu disampaikannya di hadapan sekitar 120 hadirin daring dan luring dalam diskusi panel "Heritage in Motion: Honouring the Past, Shaping the Future" yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Kanada (Global Affairs Canada/GAC) di Ottawa, Jumat, 29 Mei 2026.

1 / 6
arrow_back arrow_forward

Ottawa, Kanada - Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Kanada merangkap Perwakilan Tetap RI pada International Civil Aviation Organization (ICAO), Muhsin Syihab, dipercaya sebagai satu-satunya pembicara internasional dalam diskusi panel "Heritage in Motion: Honouring the Past, Shaping the Future", pada Jumat (29/5). Dalam kesempatan ini, Dubes Muhsin mengangkat warisan kebudayaan Nusantara sebagai kekuatan diplomasi Indonesia di tatanan global. Hal itu disampaikannya di hadapan sekitar 120 hadirin daring dan luring dalam diskusi panel yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Kanada (Global Affairs Canada/GAC) di Ottawa.

Diskusi panel tersebut merupakan bagian dari peringatan Bulan Warisan Budaya Asia (Asian Heritage Month). Diskusi dibuka oleh Champion for Racialized Employees GAC, Nadia Ahmad-Direktur Jenderal (Dirjen) Urusan Data dan Evaluasi (Chief Data Officer & Head of Evaluation), dan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Kanada, Arun Thangaraj. Selain Dubes Muhsin, panel menghadirkan dua diplomat senior Kanada, yaitu Tarik Khan, Dubes Kanada untuk Pakistan, dan Jennie Chen, mantan Konsul Jenderal Kanada di Shanghai, dengan moderator Emi Furuya, Direktur Jenderal Organisasi Internasional dan HAM.

Dalam sambutannya, Wamenlu Arun Thangaraj menegaskan komitmen Kanada untuk menghargai keragaman budaya dan latar belakang seluruh warganya sebagai kekayaan yang memperkaya pembangunan nasional. " Kepemimpinan di negara kita dapat muncul dari daerah dan pelosok mana pun di Kanada. Oleh karena itu, sebagai aparatur sipil negara, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan publik yang relevan dan dekat terhadap seluruh warga Kanada, tanpa memandang latar belakang." tegasnya.

Sementara itu, Dubes Muhsin mempromosikan nilai Bhinneka Tunggal Ika yang disebutnya telah menjadi "DNA" Indonesia. "Diplomat memiliki tanggung jawab untuk terus belajar dan menjembatani perbedaan kebudayaan, latar belakang, serta nilai-nilai berbagai bangsa." ujarnya. Ia memaparkan tiga pilar budaya yang menuntun kepemimpinan diplomasinya, yaitu musyawarah dan mufakat, gotong royong, dan pendekatan inklusivitas.

"Salah satu bukti tingginya nilai saling menghargai perbedaan di Indonesia adalah ketika Sumpah Pemuda 1928 menyepakati Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional walaupun bukan merupakan bahasa mayoritas. Keputusan tersebut menunjukkan pendekatan inklusif para pendiri bangsa Indonesia," lanjutnya.

Kepada generasi diplomat mendatang, Dubes Muhsin berpesan agar menjadi pembangun jembatan melalui rasa ingin tahu yang gigih. Latar belakang budaya, tegasnya, tidak boleh dipandang sebagai keterbatasan; dengan menguasai narasi diri sendiri, seorang diplomat akan lebih mampu memahami dan memaknai nilai-nilai bangsa lain.

Senada, Dubes Tarik Khan menekankan pentingnya konsistensi antara komitmen dan tindakan (walk the talk) dalam menghargai keberagaman. "Kanada telah memberikan ruang keterbukaan dan kepercayaan yang semakin luas terhadap warga negara yang berasal dari berbagai latar belakang dan kebudayaan," ucapnya. Ia menilai saat ini sebagai "momen Kanada-Asia" yang strategis untuk memperkuat kerja sama-khususnya diversifikasi perdagangan dan investasi-seraya mendorong Kanada memperluas kehadirannya di kawasan Asia. Sedangkan Jennie Chen berbagi pengalaman tentang pentingnya membawa "diri seutuhnya," termasuk warisan budaya, ke ruang kerja, dan menjadikan ketangguhan warisannya sebagai kekuatan dalam mengemban tugas.

Setiap bulan Mei, Kanada memperingati Bulan Warisan Budaya Asia (Asian Heritage Month), momen untuk mengakui kontribusi warga keturunan Asia terhadap kehidupan Kanada. Perayaan ini telah berlangsung di berbagai komunitas sejak era 1990-an, akan tetapi pengakuan resminya datang ketika Senat Kanada pada Desember 2001. Keputusan tersebut disusul dengan deklarasi resmi Pemerintah Kanada pada Mei 2002.

Dalam deklarasi tersebut, Pemerintah Kanada menempatkan keberagaman sebagai salah satu kekuatan terbesar bangsa, seraya mencatat bahwa selama dua abad terakhir para imigran dari Asia Timur, Selatan, Barat, Tengah, dan Tenggara telah memperkaya masyarakat Kanada dengan beragam bahasa, etnis, dan tradisi keagamaan, serta berkontribusi di hampir seluruh bidang kehidupan. Diskusi Panel "Heritage in Motion" hadir dalam semangat itu: merayakan warisan sebagai sesuatu yang hidup dan terus membentuk masa depan bersama.

Diskusi panel ini juga berlangsung di tengah momentum hubungan Indonesia-Kanada yang terus menguat, menyusul telah memasuki tahap akhir Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) untuk ratifikasi oleh Pemerintah Kanada dalam waktu dekat. Di Indonesia sendiri, proses ratifikasi diharapkan dapat rampung dalam waktu yang tidak terlalu lama sehingga ICA-CEPA, yang ditandatangani pada September 2025 di Ottawa, dapat segera diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara.

Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ottawa

Kembali Ke List
Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia published this content on May 30, 2026, and is solely responsible for the information contained herein. Distributed via Public Technologies (PUBT), unedited and unaltered, on June 02, 2026 at 02:15 UTC. If you believe the information included in the content is inaccurate or outdated and requires editing or removal, please contact us at [email protected]