02/12/2026 | Press release | Distributed by Public on 02/11/2026 21:39
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1882 |
-0.13% |
|
GBPUSD |
1.3637 |
-0.16% |
|
AUDUSD |
0.7123 |
0.34% |
|
NZDUSD |
0.6048 |
0.17% |
|
USDJPY |
153.22 |
-0.25% |
|
USDCHF |
0.7707 |
0.10% |
|
USDCAD |
1.3572 |
0.09% |
|
GOLDUD |
5,059.49 |
0.72% |
|
COFU |
64.87 |
0.11% |
|
USD/IDR |
16,776 |
0.00% |
Kamis, 12 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari sinyal eskalasi tensi antara AS dengan Iran terkait negosiasi program rudal Teheran. Selain itu, komentar Rusia mengenai perjanjian nuklir, dan serangan besar-besaran di Ibu Kota Ukraina juga turut menjadi katalis positif bagi harga.
Iran menegaskan bahwa program rudal Teheran bukan subyek yang dapat dinegosiasikan, kata Ali Shamkhani, penasihat pemimpin tertinggi Iran pada hari Rabu, tepat di hari yang sama saat Presiden AS Donald Trump bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pasca pertemuan itu, Trump mengatakan tidak mencapai kesepakatan pasti dengan Israel mengenai Iran, namun ia menegaskan negosiasi dengan Iran akan terus berlanjut.
Turut mendukung harga, Rusia berkomitmen akan terus mematuhi batasan rudal dan hulu ledak dalam perjanjian nuklir New START yang telah berakhir pada 5 Februari lalu, asalkan Washington juga melakukan hal yang sama, kata Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov pada hari Rabu. Sebagai tanggapan, Presiden AS Donald Trump menolak tawaran dari Presiden Rusia Vladimir Putin untuk secara sukarela mematuhi batasan yang ditetapkan dalam Perjanjian baru START selama satu tahun lagi, bahkan Trump mendesak untuk dikeluarkannya pernjanjian nuklir yang baru, lebih baik, dan lebih modern daripada perpanjangan versi sebelumnya.
Dukungan lainnya datang dari berita Ibu kota Ukraina, Kyiv, yang diserang secara besar-besaran oleh rudal Rusia pada hari Kamis pagi, dengan berbagai bangunan terkena serangan tersebut, kata para pejabat setempat. Situasi tersebut meredupkan harapan tercapainya kesepakatan damai untuk mengakhiri perang di Eropa timur.
Sementara itu, dalam laporan yang dirilis Rabu malam oleh EIA menunjukkan stok minyak mentah AS meningkat sebesar 8,5 juta barel pada pekan yang berakhir 6 Februari. Untuk stok bensin juga mengalami kenaikan sebesar 1,2 juta barel. Laporan stok EIA tersebut mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar energi AS.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $67 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $62 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
20:30 |
USA - Initial Jobless Claims |
222K |
231K |
|
|
20:30 |
USA - Continuing Jobless Claims |
1850K |
1844K |
|
|
22:00 |
USA - Existing Home Sales |
4.15M |
4.35M |