07/07/2026 | Press release | Distributed by Public on 07/06/2026 21:52
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1442 |
-0.01% |
|
GBPUSD |
1.3388 |
0.04% |
|
AUDUSD |
0.6952 |
0.01% |
|
NZDUSD |
0.5701 |
0.01% |
|
USDJPY |
162.09 |
-0.07% |
|
USDCHF |
0.8048 |
0.09% |
|
USDCAD |
1.4204 |
0.08% |
|
GOLDUD |
4,164.73 |
-0.48% |
|
COFU |
68.58 |
0.95% |
|
USD/IDR |
17,994 |
0.00% |
Selasa, 07 Juli 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak terkoreksi menguat pasca berita serangan Iran terhadap kapal komersil yang melintasi Hormuz memicu kekhawatiran akan kembali memengaruhi pemulihan lalu lintas pengiriman yang sedang berlangsung di jalur tersebut. Meski demikian, isyarat melemahnya permintaan dan potensi pasokan berlebih membatasi kenaikan harga lebih lanjut.
Iran menembakkan setidaknya dua rudal ke kapal-kapal komersial yang melintasi jalur Selat Hormuz pada Senin malam, ungkap seorang pejabat AS. Secara terpisah di hari yang sama, Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengkonfirmasi sebuah kapal tanker yang berlayar ke selatan terkena proyektil tak dikenal di sisi kirinya, yang memicu kebakaran di atas kapal yang memuat gas alam cair itu.
Dukungan lainnya datang dari ancaman Presiden AS Donald Trump yang pada hari Senin mengatakan bahwa meskipun AS lebih memilih penyelesaian melalui negosiasi daripada aksi militer, namun ia menegaskan bahwa Washington memiliki kemampuan untuk melumpuhkan infrastruktur penting Teheran jika memilih untuk melakukannya. Ancaman Trump tersebut menambah kekhawatiran akan kembali memicu eskalasi konflik antara AS dengan Iran, setelah pembicaraan tidak langsung pada pekan lalu berakhir tanpa tanda-tanda kemajuan menuju perdamaian lebih lanjut.
Sementara itu, perusahaan minyak milik negara Saudi Aramco memangkas harga jual resmi (OSP) minyak mentah Arab Light secara agresif untuk tujuan pengiriman ke Asia sebesar $11 per barel, menandai pemangkasan terbesar yang dilakukan dalam setidaknya 26 tahun terakhir. Langkah tersebut mengisyaratkan kondisi permintaan di pasar yang semakin melemah.
Turut membebani harga, UEA telah meningkatkan produksi minyak mentahnya hingga melampaui 3,8 juta bph pada bulan Juni, level tertinggi sejak April 2020, kata dua sumber yang mengetahui data produksi pada hari Senin. Peningkatan produksi di tengah pemulihan lalu lintas Selat Hormuz memicu kekhawatiran akan potensi pasokan berlebih di pasar.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $72 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $67 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
19:30 |
USA - Trade Balance |
$-78.0B |
$-55.9B |
|
|
21:00 |
USA - RCM/TIPP Economic Optimism Index |
45 |
42.5 |
|
|
22:00 |
USA - Consumer Inflation Expectations |
3.2% |
3.5% |