08/06/2026 | Press release | Distributed by Public on 08/07/2026 03:33
Berlin, Jerman - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin menyelenggarakan Strategic Dialogue bertajuk "Peran Perwakilan RI di Eropa Barat dalam Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Indonesia" di Berlin (04/08). Forum koordinasi ini dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Jerman, Belanda, Belgia, Britania Raya, dan Prancis, serta Konsul Jenderal RI di Frankfurt dan Hamburg. Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan peran perwakilan RI di negara-negara mitra strategis yang memiliki keunggulan rantai nilai semikonduktor global, mulai dari riset dan pengembangan, desain cip (chip design), teknologi manufaktur, hingga investasi industri.
Dialog strategis ini turut menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Ketua Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDEC) bersama akademisi dan pakar industri yang bergabung secara daring. Kehadiran pemangku kepentingan lintas sektor dari unsur pemerintah, akademisi, dan pelaku industri menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam membangun fondasi industri semikonduktor Indonesia yang berdaya saing global.
Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, menegaskan potensi besar Indonesia menjadi pemain kunci semikonduktor dunia berkat ketersediaan mineral strategis, bonus demografi, dan komitmen pengembangan SDM berbasis teknologi maju. Dubes Abdul Kadir Jailani menyoroti momentum tercapainya kesepakatan politik Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai peluang emas. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan investasi, alih teknologi, serta pengembangan kemitraan industri strategis antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa.
Melalui penyelenggaraan dialog strategis ini, KBRI Berlin mengukuhkan komitmen Perwakilan RI di Eropa Barat sebagai ujung tombak diplomasi ekonomi dalam mendukung agenda transformasi industri nasional. Kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga riset internasional diyakini akan memperkuat daya saing nasional sekaligus mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi di kawasan.
Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin