02/26/2026 | Press release | Distributed by Public on 02/25/2026 21:26
|
Pembukaan |
% Perubahan |
|
|
EURUSD |
1.1810 |
0.15% |
|
GBPUSD |
1.3557 |
0.13% |
|
AUDUSD |
0.7121 |
0.21% |
|
NZDUSD |
0.5996 |
0.27% |
|
USDJPY |
156.36 |
-0.37% |
|
USDCHF |
0.7722 |
-0.16% |
|
USDCAD |
1.3676 |
-0.12% |
|
GOLDUD |
5,173.57 |
0.48% |
|
COFU |
65.65 |
-0.03% |
|
USD/IDR |
16,808 |
0.00% |
Kamis, 26 Februari 2026 - Harga minyak pagi ini terpantau bergerak bearish tertekan oleh sentimen dari potensi kelebihan pasokan pasca OPEC+ mengisyaratkan untuk meningkatkan pada pertemuan 1 Maret, dan rilisnya laporan stok EIA. Meski demikian, sinyal eskalasi ketegangan AS dengan Iran membatasi penurunan harga lebih lanjut.
OPEC dan sekutunya kemungkinan akan mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi minyaknya sebesar 137.000 barel per hari untuk bulan April pada pertemuan 1 Maret nanti, kata tiga sumber pada hari Rabu. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan potensi kelebihan pasokan di pasar global, di tengah komitmen AS untuk memulihkan produksi minyak Venezuela.
Turut membebani harga, dalam laporan yang dirilis EIA pada Rabu malam menunjukkan stok minyak mentah AS melonjak naik sebesar 16 juta barel untuk pekan yang berakhir 20 Februari, melebihi prediksi awal yang memperkirakan kenaikan stok sebesar 1,8 juta barel, dan sekaligus menandai kenaikan terbesar dalam tiga tahun. Laporan EIA itu mengindikasikan permintaan yang lesu di pasar minyak AS.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance pada hari Rabu menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir karena akan menjadi ancaman besar bagi AS. Komentar tersebut meredupkan harapan akan tercapainya kesepakatan pada pertemuan antara utusan AS dengan delegasi Iran yang dijadwalkan bertemu untuk putaran ketiga pembicaraan nuklir pada hari Kamis di Jenewa.
Masih terkait Iran, Departemen Keuangan AS pada hari Rabu memberlakukan sanksi terhadap lebih dari 30 individu, entitas, dan kapal armada bayangan yang menurut mereka memungkinkan penjualan minyak bumi ilegal, rudal balistik, dan produksi senjata Iran.
Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $68 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $63 per barel.
|
Jam |
Data |
Aktual |
Ekspektasi |
Sebelumnya |
|
20:30 |
USA - Initial Jobless Claims |
215K |
`'206K |
|
|
20:30 |
USA - Continuing Jobless Claims |
1860K |
1869K |
|
|
23:00 |
USA - Kansas Fed Manufacturing Index |
-1 |
-2 |